In-daily.com, Jakarta – Kerugian akibat banjir di wilayah Bekasi dan Karawang, Jawa Barat, mencapai sekitar Rp800 miliar per tahun. Dalam tujuh tahun terakhir, total kerugian bahkan menembus Rp5,6 triliun.
Untuk mengantisipasi banjir di wilayah Citarum Hilir, pembangunan Bendungan Cijurey dan Bendungan Cibeet dipercepat. Hal tersebut ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, langkah percepatan pembangunan ini penting untuk menekan risiko banjir yang terus berulang di kawasan tersebut. Dalam tujuh tahun terakhir, kerugian akibat banjir di wilayah Citarum Hilir tercatat mencapai Rp5,6 triliun atau rata-rata Rp800 miliar per tahun.
“Kalau tidak segera diselesaikan, saya khawatir Karawang dan Bekasi banjir lagi,” kata Dody.
Ia menjelaskan, bendungan tersebut diproyeksikan mampu mereduksi banjir hingga 80 persen untuk periode ulang lima tahunan, serta menekan potensi kerugian hingga Rp16 triliun dalam periode 25 tahun.
Namun demikian, pembangunan Bendungan Cibeet masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pembebasan lahan. Hingga saat ini, pembebasan lahan baru mencapai sekitar 7,9 persen dari total kebutuhan 1.700,26 hektare.
“Ini kan solusi komprehensif terhadap persoalan banjir yang berulang di kawasan Karawang dan Bekasi,” jelasnya. (oto)


Komentar